Tafsir, Membaca dan #berpikir

  • alquran 2:170 “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” ….
  • … mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”
  • 5:104 “Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul”, …
  • ” … Mereka menjawab: “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”, …
  • ” … Dan apa mrk itu akan mngikuti nenek moyang mrk walaupun nenek moyang mrk itu tdk mengetahui apa-apa dan tdk (pula) mdapat petunjuk?”
  • 10:78 : “Mereka berkata: “Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya”
  • 11:109 , ” Mereka tidak menyembah melainkan sebagaimana nenek moyang mereka menyembah dahulu. “
  • 14:10 : “Kamu menghendaki untuk menghalang-halangi (membelokkan) kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami …”
  • 18:1 : “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya”
  • 18:2: “sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah , …”
  • “… dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bhw mereka akan mendapat pembalasan yang baik”
  • 18:3 : “mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.”
  • 18:4 : “Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak”
  • 18:5 : “Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. …”
  • “… Alangkah buruknya kata-kata (bahwa Allah punya anak) yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta”
  • 26:74: “Mereka menjawab: “(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian”
  • 43:23: “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”
  • 37:69 “Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam keadaaan sesat”
  • 37:70 “Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu”
  • dari banyak ayat tadi kita simpulkan bahwa kekafiran terjadi karena fanatik trhadap tradisi nenek moyangnya
  • mereka tdk meyakini sesuatu , melainkan hanya karena mengikuti tradisi kekafiran
  • kekafiran itu karena fanatik terhadap tradisi nenek moyang dan menolak #berpikir
  • padahal … 43:24 “Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama ) …” (cont)
  • “… yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?”
  • ada quote di sebuah buku yg isinya kira2 gini “sy menolak bibel di bagian2 yg justru sy fahami”
  • quote ini pas bener, di bagian2 bibel yg clear itulah justru kita menolak bibel atau menolak christianity
  • “anda jangan baca bibel sepotong2” “anda jangan menafsirkan bibel seenaknya”
  • karena sebenarnya yg sy lakukan terhadap bibel hanyalah membaca, tdk menafsirkan
  • misalnya ada kata : “ini ibu budi” , sy sekedar membaca makna dari kalimat itu sebagai informasi bahwa seseorang adalah ibunya budi
  • etika sy membaca itu kemudian sy memahami bahwa ibu si budi ini janda, krn bapaknya tdk diceritakan …
  • dan bahwa jandanya masih muda, krn budi diceritakan di SD , kira2 usia budi ibi SD, kemungkinan usia ibu budi mac 30 tahun …
  • menurut sy, ini sudah penafsiran yg terlalu jauh dr kalimat pendek, “ini ibu budi”
  • ketika membaca ayat bibel yg bercerita bahwa Allah menciptakan adam dan hawa, maka sy skedar membaca adam dan istrinya diciptakan Allah
  • pun demikian ketika membaca: “apa yg telah disatukan Allah tdk bs dipisahkan” , ya sy skedar membaca, tdk menafsirkan
  • pernikahan itu disatukan Allah, dan dilarang diceraikan. ini ayat larangan cerai, itu saja
  • ada ayat bibel yang melarang makan babi. sy hanya membaca bahwa makan babi dilarang. sekali lagi, sy hanya membaca yg tertulis di bibel
  • ketika ada yg bilang larangan babi ini sebenernya adalah larangan memiliki sifat kebabibabian, ini penafsiran, ini tdk sy lakukan
  • jk ayat larangan cerai kemudian ditafsirkan sebagai larangan poligami, ini penafsiran, sy menyebutnya justifikasi. ini bukan yg sy lakukan
  • yang sy lakukan adalah membaca, karena jk sdh terlibat dalam menafsirkan , ini akan jd liar sekali, bs dibawa kemana2
  • jd jk ada yg bilang : “jangan menafsirkan bibel seenaknya” , justru anda yg terlibat dlm penafsiran dan liar, sdgkan sy hanya membaca
  • atau ketika bicara master (di bibel lain tertulis teacher) and lord, sy skedar membaca bahwa master itu guru dan lord itu tuan. sy membaca
  • sehingga jk ada yg memahami lord sebagai tuhan, jelas ini sdh menafsirkan dan liar. dan bukan ibu yg sy lakukan, sy skedar membaca
  • “jangan menafsirkan bibel seenaknya” , kalimat yg seharusnya sy yg mengucapkannya , krn anda menafsirkan dan sy skedar membaca
  • “jangan membaca bibel sepotong2” , justru sy terbiasa membaca bibel satu pasal, satu perikop, agar tdk hilang konteks
  • istri satu sebagai syarat administatif penilik jamaah, sy skedar membaca sperti syarat belum menikah untuk kerja di perusahaan tertentu
  • pemimpin jemaat di gereja, istrinya cuma boleh satu. sy skedar membaca. jk lantas diartikan semua orang adalah pemimpin jemaat, ini tafsir
  • dan tafsir itu bukan yg sy lakukan, sy skedar membaca. krn menafsirkan bibel akan bs sgt liar sekali, krn tdk ada pagarnya
  • “diwajibkan menyalakan lampu motor di siang hari” , jk skedar membaca berarti saat siang hari sy harus nyalakan lampu motor
  • siang hari? supaya ba dideteksi pengendara lain? spy tdk kecelakaan? kalo kondisinya macet? kan gak mungkin kecelakaan? lampu boleh mati?
  • ini mengarah pada penafsiran atau yg lebih tepat tafsir untuk menjustifikasi pembangkangan. ini sering sy lakukan saat ditilang
  • tidak ada ayat yg mengatur , apa yg sy baca dr ketidaan ini? bebas, tdk diperintah dan tdk dilarang, apapun kondisinya
  • sy pernah ditilang di depan kantor pos alun2 bandung. sy ingin lurus, tp ambil jalut paling kanan, dimana org2 mau belok kanan
  • saat sy diberhentikan polisi, beliau sy ajak debat ttg fakta aturan yg dilanggar, sy ajak beliau melihat tanda lalu lintas
  • ternyata di jalan , tdk ada tanda untuk mengatur bahwa itu jalur untuk ke kanan atau lurus.
  • karena tdk ada peraturan yg dilanggar, meskipun sedikit menggangg, mobil2 di jalur tengah yg mau belok kanan, sy tetap tdk bs ditilang
  • akhirnya sy tidak jadi ditilang, ini juga terjadi saat di jakarta di perempatan pancoran, sy tdk jd ditilang
  • jd selama tdk ada aturan yg sy langgar, bapak polisi tdk berhak menilang sy. sy pengendara yg bandel? dasarnya apa? sy tdk melanggar hukum
  • “jangan menggunakan bahu jalan, 30 persen kecelakaan terjadi di bahu jalan” . jk himbauan ini skedar dibaca , sy tdk mengambil bahu jalan
  • tapi himbauan ini bs sy tafsirkan gini. polisi ini ingin kota tdk celaka, sehingga menghimbau kita tdk menggunakan bahu jalan
  • tapi ada yg salah dengan logika himbauan tersebut. 30 persen kecelakaan trjadi di bahu jalan, artinya 70 persen terjadi bukan di bahu jalan
  • sy menafsirkan himbauan tersebut sebagai bahwa bahu jalan jauh lebih aman daripada jalan tu sendiri. 30:70 . ini angka yg besar
  • jadi jk tujuan polisi adalah meminimalisir kecelakaan, maka sy harus di bahu jalan
  • kalo mau bikin tafsir2 untuk menjustifikasi pembangkangan, kayaknya bukan hal sulit
  • paling sulit ngeles ketika ditilang adalah menghadapi petugas yg hanya bicara aturan sambil nunjukin pasal2 yg dilanggar
  • pemimpin jemaat di gereja, istrinya cuma boleh satu. sy skedar membaca. jk lantas diartikan semua orang adalah pemimpin jemaat, ini tafsir
  • dan tafsir itu bukan yg sy lakukan, sy skedar membaca. krn menafsirkan bibel akan bs sgt liar sekali, krn tdk ada pagarnya
  • “diwajibkan menyalakan lampu motor di siang hari” , jk skedar membaca berarti saat siang hari sy harus nyalakan lampu motor
  • siang hari? supaya ba dideteksi pengendara lain? spy tdk kecelakaan? kalo kondisinya macet? kan gak mungkin kecelakaan? lampu boleh mati?
  • ini mengarah pada penafsiran atau yg lebih tepat tafsir untuk menjustifikasi pembangkangan. ini sering sy lakukan saat ditilang
  • tidak ada ayat yg mengatur , apa yg sy baca dr ketidaan ini? bebas, tdk diperintah dan tdk dilarang, apapun kondisinya
  • sy pernah ditilang di depan kantor pos alun2 bandung. sy ingin lurus, tp ambil jalut paling kanan, dimana org2 mau belok kanan
  • saat sy diberhentikan polisi, beliau sy ajak debat ttg fakta aturan yg dilanggar, sy ajak beliau melihat tanda lalu lintas
  • ternyata di jalan , tdk ada tanda untuk mengatur bahwa itu jalur untuk ke kanan atau lurus.
  • karena tdk ada peraturan yg dilanggar, meskipun sedikit menggangg, mobil2 di jalur tengah yg mau belok kanan, sy tetap tdk bs ditilang
  • akhirnya sy tidak jadi ditilang, ini juga terjadi saat di jakarta di perempatan pancoran, sy tdk jd ditilang
  • jd selama tdk ada aturan yg sy langgar, bapak polisi tdk berhak menilang sy. sy pengendara yg bandel? dasarnya apa? sy tdk melanggar hukum
  • “jangan menggunakan bahu jalan, 30 persen kecelakaan terjadi di bahu jalan” . jk himbauan ini skedar dibaca , sy tdk mengambil bahu jalan
  • tapi himbauan ini bs sy tafsirkan gini. polisi ini ingin kota tdk celaka, sehingga menghimbau kita tdk menggunakan bahu jalan
  • tapi ada yg salah dengan logika himbauan tersebut. 30 persen kecelakaan trjadi di bahu jalan, artinya 70 persen terjadi bukan di bahu jalan
  • sy menafsirkan himbauan tersebut sebagai bahwa bahu jalan jauh lebih aman daripada jalan tu sendiri. 30:70 . ini angka yg besar
  • jadi jk tujuan polisi adalah meminimalisir kecelakaan, maka sy harus di bahu jalan
  • kalo mau bikin tafsir2 untuk menjustifikasi pembangkangan, kayaknya bukan hal sulit
  • paling sulit ngeles ketika ditilang adalah menghadapi petugas yg hanya bicara aturan sambil nunjukin pasal2 yg dilanggar
  • jadi argumen bahwa sy membaca bibel sepotong2 atau menafsirkan seenaknya, ini sgt tdk berdasar. krn sy skedar membaca yg jelas tertulis
  • babi haram kemudian diubah menjadi babi hutan yg haran. berarti ada pergeseran ini, krn babi hutan berbeda dg babi
  • jd menolak kekristenan krn apa2 yg justru dipahami dengan jelas di bibel, ini statement yg sangat tepat. kita menolak dari yg jelas
  • jangan menafsirkan bibel | oke, kita baca yg tertulis | jangan sepotong2 | oke, ayo kita baca, satu perikop, satu pasal, satu kitab? ayo
  • Untuk memilih Islam diperlukan keberanian meninggalkan kefanatikan trhadap nenek moyang (abaaaikum)
  • Ini juga dialami orang2 arab saat pertema kali diajak pada Islam, mereka terikat pd kefanatikan tradisi
  • Alquran mengatur sedangkan bibel tdk mengatur. Ini butuh keberanian memlih konsepsi yg lengkap. Keberanian meninggalkan tradisi
  • Bibel punya banyak problem revisi kontradiksi, alquran tdk punya ini. Perlu keberanian untuk memilih alquran.
  • Alquran lengkap , sedangkap yang lain tdk. Ini perlu keberanian untuk memilih alquran. Untuk #moveon perlu berani
  • Dari gambaran alquran , kekafiran itu sama sejak zaman dulu, saat zaman ibrahim, saat era musa, saat zaman Isa
  • Kekafiran karena fanatik buta pada tradisi, tdk berani mengkomparasi, tdk berani memilah dan memilih dengan sadar
  • Bahkan sy memilih Islam, sy menolak “lahir dr keluarga muslim” “karena ortu muslim” sebagai alasan sy berIslam, ini alasan fanatik. Pantang
  • Ini sperti sy milih ITB, sbg remaja labil, sy gak tau visi hidup, apa yg sy inginkan, sy hrs kuliah kemana?
  • “Kenapa sy milih ITB? Cowok gitu lho, keras , jantan, ITB pilihannya, laki2 itu hrs ngekost, keluar jakarta” , ini aja alasan sy milih ITB
  • Itulah pikiran remaja labil sperti sy ketika memilih kampus😀
  • “Trus kenapa pilih elektro? , cari yg keren lah, passing grade nya yg tinggi ” , seremeh ini alasannya. Namanya juga masih labil
  • Pas kuliah jadinya bingung, apa makna sy hadir di ruang kuliah. Cowok dan keren. Seremeh ini😀
  • Milih ITB kok karena kelaki2an, krn berpikir milih kedokteran UI itu untuk perempuan. Maklum abege labil😀
  • Nah, untuk memilih agama, alasannya harus kuat, mantap. Ini standar nilainya. Berdampak panjang. Sy buang fanatik jauh2, lalu komparasi
  • Btw, tp sy bersyukur kelabilan mengantarkan ke ITB, bukan krn belajar tekniknya. Tp disini sy menemukan tarbiyah, sy menemukan masjid salman
  • Karena seketika orang berani mengkomparasi, siap meninggalkan tradisi, siap melempar kefanatikannya jauh2, insya allah akan memilih Islam
  • Sy memilih Islam krn logis daripada yang tidak logis, yang komprehensif daripada yg tdk, yang manusiawi drpd yg tdk, yg otentik drpd yg tdk
  • Sy memilih yg nihil kontradiksi drpd yg tdk, memilih yg fitrah drpd yg tdk, memilih yg referensinya trjaga drpd yg tidak
  • “Kontradiksi dalam bibel bs dimaklumi krn latar belakang penulis2nya berbeda” , menarik untuk dibahas🙂
  • Kita bisa memetakan , perbedaan yg terjadi di bibel ke dalam beberapa jenis. Perbedaan teks dan perbedaan makna.
  • Perbedaan teks, tp maknanya sama, terjadi di bibel. Ini masalah penerjemahan. Bibel bhs inggris berbeda dg bibel spanyol.
  • Ada juga yang sama bahasa inggrisnya, tp menggunakan susunan atau kata yg berbeda, tp maknanya sama.
  • Karena bibel aslinya tdk ada, perbedaan ini adalah perbedaan. Bibel dalam bahasa inggris adalah bibel itu sendiri, pun yg bhs indonesia
  • Ini berbeda dengan alquran, yang berbahasa arab dan tdk boleh ada perbedaan bunyi. Ingat alquran bahasa bunyi.
  • Sebuah kata dalam alquran tidak boleh diganti dg kata sinonimnya, pun tdk boleh mengubah susunan katanya, meski maknanya sama
  • Perbedaan teks sdh pasti terjadi, krn terjemahan bibel bs disebut bibel itu sendiri
  • Perbedaan yg berikutnya perbedaan makna: ada yg berupa kontradiksi, ada yg berupa revisi dan ada yg berupa penambahan
  • Kontradiksi terjadi antar ayat dalam beda kitab, yg berarti beda pengarang
  • Tp perbedaan bs terjadi karena revisi, kitabnya sama, artinya pnulisnya sama, ayatnya sama, tp maknanye brubah krn perbedaan tahun. Revisi
  • Jd argumen bahwa perbedaan penulis alkitab memaklumi kontradiksi ini gugur sketika, krn adanya fakta revisi pd ayat yg sama
  • Kitabnya sama, penulisnya sama, ayatnya sama, cuma tahunnya aja yg berbeda. Contoh misalnya babi –> babi hutan
  • Tentang revisi pada ayat yg sama tp beda tahun , sdh pernah sy twitkan. Insya Allah ada di blog.
  • Umat kristen meyakini bahwa penulis2 injil ini diilhami oleh tuhan
  • Terkait fakta kontradiksi dan keyakinan bahwa penulis itu terilhami, maka ada beberapa kemungkinan, …
  • 1. Tuhannya banyak, tuhan yg satu menghilmani penulis yg satu, tuhan yg lain mengilhami penulis yg lain. Shg terjadi kontradiksi
  • 2. Tuhannya satu, tp memberi pesan yg berbeda dan kontradiksi ke masing2 penulis, mungkin sengaja atau lupa. Logis?
  • 3. Tidak ada tuhan yang mengilhami penulis2 injil, ini memang karangan mereka atau revisi mereka trhadap kitab yg asli
  • Alquran sekali lagi adalah bahasa bunyi bukan tulis. “Segala puji bagi Allah tuhan semesta Alam” ini alquran bukan? Bukan. Ini trjemahan
  • Alhamdulillahirabbil’alamin dg bunyi yg benar, ini baru alquran. Gak boleh berkurang bunyinya sedikitpun
  • Aqiimush shalah wa aatuz zakah , dirikan shalat tunaikan zakat. Ketika dibalik tdk merubah makna, tp ini bukan alquran lagi
  • Boleh gak menulis ayat alquran dg biner. 1 berarti bismillahirrahmanirrahim 10 berarti alhamdulillahirrabil alamiin, 11, arrahmanirrahim?
  • Menurut sy, kalo bs sepakat dan tdk terjadi kesalahan bunyi, bisa2 aja. Ketika melihat angka 1, sy membaca ayat 1 alfatihah dg benar
  • Untuk menghilangkan kesalahan bunyi krn beda penulisan ini maka dibuatlah kesepakatan bentuk tulisan. Inilah yg disebut dg “rasm” utsmani
  • Karena untuk mewakili bunyi bahasa arab, maka simbol yg paling pas adalah tulisan arab .
  • Penyeragaman dg rasm utsmani, agar terjadi keseragaman dalam tulisan, agar tdk terjadi penyimpangan bunyi
  • Akhirnya … Dengan komparasi, sy memilih alquran dan meninggalkan yg lain. Logis? #berpikir?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s