Pengusaha dan Solusi Problem Muslim

  • pernah diundang alumni muda aktivis da’wah kampus ITB yang baru pd lulus. banyak pembicaranya …
  • masing2 pembicara mengenalkan alternatif jalur aktivitas alumni ITB, pembicaranya ada akademisi, profesional, pengusaha dan aktivis LSM
  • sy disuruh bicara ttg menjadi pengusaha sebagai alternatif pilihan hidup seorang alumni ITB
  • disana sy sampaikan menjadi pengusaha menurut sy bukan alternatif, ia keharusan , apapun pilihan profesi lain yg diambil
  • seperti nasihat hasan al banna , setiap al akh harus memiliki usaha sendiri, sekecil apapun itu
  • baik ketika pengusaha itu sebagai profesi utama atau menjadi profesi yg skedar support
  • menjadi pengusaha menurut sy bukan cita2 , skedar support
  • ketika jadi dosen , silahkan jadi dosen … tp jangan lupa jadi pengusaha juga ya, skecil apapun usahanya
  • yang jadi peneliti , monggo jadi peneliti, tp jangan lupa jadi pengusaha juga
  • yang jadi profesional di dunia kerja, silahkan. tp sisihkan uang dan waktu untuk punya usaha juga
  • sy pribadi … pekerjaan utama saya bukan pengusaha.
  • lantas apa landasan pilihan2 profesi kita? kalo menurut sy, ketika landasannya benar, ga masalah apapun profesi seseorang
  • apa landasannya? kerangka aktivitas kita adalah da’i . nahnu du’at qabla kulli syai’in , kita adalah da’i sebelum segala sesuatu
  • apapun aktivitas kita tujuannya adalah memberi kemanfaatan sebesar2nya untuk meninggikan Islam dan kaum muslimin
  • di pendidikan kita punya problem … kita perlu pendidik yg punya spirit da’i
  • di politik , kaum muslimin punya problem … kita rindu politikus dengan jiwa da’i
  • di militer dan kepolisian, kaum muslimin juga lemah … Islam membutuhkan polisi dan tentara2 bermental da’i
  • islam juga lemah dalam kontribusi pengetahuan … kita butuh para peneliti2 produktif yang sadar peran pentingnya meninggikan Islam
  • islam kalah dalam percaturan bisnis … kita butuh pengusaha2 muslim yg sadar bahwa dunia bisnis ini jalan meninggikan islam dan kaum muslim
  • kita juga kalah di media … kita juga butuh muslim2 yg berada di profesi media namun sadar peran u mendukung kebangkitan Islam
  • Islam ini ibarat hutan yang sedang terbakar, setiap pohonnya terbakar, silahkan pilih pohon mana yg mau kita padamkan
  • propaganda di media kita kalah. jk kalah di media konven, kita harus menang di social media
  • silahkan pilih profesi yang menjadi keahlian kita masing2 , sejauh mata memandang ada problem yg harus diselesaikan
  • apapun profesi yg kita pilih, menjadi pengusaha jadi penting. agar idealisme cita2 hadirnya kita disitu mudah2an terjaga
  • menjadi pengusaha saja lebih baik dari menjadi guru saja? di dunia bisnis dan di dunia pendidikan, kaum muslimin punya masalah
  • menjadi pengusaha tdk lebih baik dari menjadi guru , dan sebaliknya . ilmu yang bermanfaat itu amal jariyah, pun dg shadaqah jariyah
  • saya dukung semua profesi yg dipilih pasca lulus, asal sadar bahwa profesi yg dipilih karena ingin menjadi bagian dari solusi problem muslim
  • mudah2an kemanfaatan dari profesi kita menjadi jalan cepat ke surganya Allah
  • menjadi da’i itu tdk terbatas pada menjadi mubaligh, berceramah.
  • apapun profesi kita, semuanya di latar belakangi nasib kita di yaumil akhir kelak
  • jadi dosen masuk surga lebih baik dari jadi pengusaha masuk neraka. naudzubillah
  • apapun profesi yang kita pilih, kerjakan dengan dedikasi tinggi. bekerja karena Allah untuk menjadi bagian mata rantai kebangkitan Islam
  • apapun profesinya, sesungguhnya menjadi da’i adalah profesi sejatinya
  • dunia membutuhkan Islam untuk menyelesaikan problem kesemrawutannya. berprofesi menjadi juga panggilan kemanusiaan
  • di alquran disebutkan : Allah melebihkan sebagian dari pada sebagian lainnya. jangan iri
  • tidak perlu pusing dengan kantong orang lain , tidak perlu pusing dengan posisi kita di mata orang
  • istri sy bikin salon muslimah , tujuannya agar para muslimah punya tempat aman dan nyaman untuk merawat dirinya. usaha bermisi da’i
  • kami sih gak peduli dengan kantongnya salon muslimah yang lain, hanya berpikir apa yg kita buat makin terasa manfaatnya untuk umat Islam
  • kita punya problem ibu bekerja … kita buat daycare yg berbeda, untuk menutup lubang dari problem ini
  • menjadi pengusaha skedar untuk support . aktivitas utama kita da’i , meninggikan islam dan menjadi solusi bagi umat
  • gak usah peduli dengan kantong orang lain, masing2 punya anugerah kontribusinya
  • dalam tahajud kita punya masalah, dahsyat ada gerakan #tahajudcall. ini kerja da’i
  • Kita punya problem besar masalah pemahaman Islam dengan dibombardir #Sepilis . terlibat di #IndonesiaTanpaJIL adalah kerja da’i
  • terlibat dalam gerakan #IndonesiaTanpaJIL baik di social media atau di dunia nyata, Jelas perlu support waktu dan dana .
  • menjadi pengusaha akhirnya sekedar support
  • yang bener2 menjadikan pengusaha adalah profesinya sangat ditunggu, karena kita kalah juga dalam percaturan bisnis
  • mudah2 an jadi skedar yg banyak dan berkah
  • jadi … gak usah pusing dengan apa pilihan profesi yang menjadi tempat kontribusi kita sebagai da’i. masalah umat banyak banget
  • diulang kenapa jadi pengusaha itu bukan pilihan? agar apapun pilihan profesi kita, uang bukan jadi isunya
  • uang bukan isu di #IndonesiaTanpaJIL , saat uang satu2nya isu di JIL😀
  • eh kebalik ding … uang menjadi satu2nya yang bukan masalah di JILer, diguyur😀 , sesuatu yg di #IndonesiaTanpaJIL msh jd sedikit kendala
  • #mereka bikin aksi #IndonesiaTanpaFPI , entah berapa duit yg diguyur, yg dateng cuma 60 ekor , yang mengamankan 200 aparat😀
  • penting gak motivator untuk jadi pengusaha? penting. tp lebih penting lagi motivator untuk menjadi da’i
  • berapa banyak pengusaha yg tdk jadi solusi bagi umat? berapa banyak kekayaan tp tdk memberi manfaat untuk Islam?
  • menjadi pengusaha tdk otomatis memberi manfaat bagi Islam, ketika tidak sadar akan perannya meninggikan Islam
  • sehingga saat ini dibutuhkan banyak sekali da’i2 yg memberi pencerahan agar kita semua sadar peran akan kehadirannya di bumi
  • bagaimana mungkin kita bs berperan untuk meninggikan Islam , jk kita sendiri tdk faham ketinggian dan kesempurnaan Islam
  • bagaimana mungkin bekerja untuk Islam , jk masih keracunan pluralisme, semua agama sama benar
  • bagaimana mungkin bekeja untuk Islam, jk masih menjadi korban sekulerisme, Islam cuka mengatur ibadah
  • bagaimana mungkin berjuang untuk Islam, jk masih jadi korban liberalisme, hak Allah digantikan oleh hak org lain u jd batas perbuatan
  • menurut sy, apapun pilihannya, tp memang karena memilih dan sadar peran, bukan karena terpaksa krn ga ada pilihan lain
  • kenapa lho jadi pengusaha? | ane DO bro, jadi mau gimana lagi | atau | ane IP nya jelek akh, gak ada pilihan lain|😀
  • sekian … saatnya folbek . punten

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s