Menikmati Demokrasi Tanpa Sadar

  • Hmm .. Ada yg kasih analogi ttg demokrasi dg resep dr dokter spesialis atau resep dr kesepakatan org banyak. | analogi ini ga pas @cooldedoy
  • Analoginya gini: pilih mana resep obat dari dokter spesialis atau resep obat dari kesepakatan org? Begitu katanya.
  • Analogi yg lebih pas gini. Ada sebuah keluarga yg punya aturan untuk memutuskan sesuatu dg kesepakatan semua org yg menghuni rmh tsb
  • Trus salah seorang anggota keluarga ini sakit. Ayahnya membawa ke dokter spesialis. Dapat resep.
  • Ibunya bawa anak ke dukun , dikasih resep jimat dsb.
  • Kakak pertama membawa anak yg sakit ini ke org MLM. Diberikan resep obat2 herbal.
  • Keluarga ini ada 12 org. Ibu bapak dan 10 anak. Sekarang rapat , solusi mana yg mau diambil untuk menyembuhkan si anak yg sakit
  • Mau obat dari dokter, mau jimat dan ajian dari dukun, ato resep herbal dari penggiat MLM. Mekanisme memutuskannya harus voting
  • Bapak berusaha mempengaruhi sebanyak mungkin anak, agar pendapatnya menang, resep dokter spesialis yg dipilih
  • Si ibu dan si kakak pertama pun demikian, berusaha meyakinkan anak2 yg lain, agar pendapatnya yg menang.
  • Demokrasi bukan soal memilih apakah memilih resep dokter spesialis atau resep kesepakatan orang .
  • Demokrasi itu tentang bagaimana memperjuangkan agar resep dokter spesialis ini yg dipakai. Krn itu aturan yg berlaku di keluarga tsb.
  • jika si ayah berhalangan hadir dalam voting keputusan, krn dia menolak sistem itu, maka otomatis opsi mengambil resep dokter hilang
  • akhinya pilihan tinggal 2 : ke dukun atau ke org MLM. akibat si ayah menolak untuk ikutan saat rapat. yang jadi korban? anak yg sakit.
  • “Jk Anda sakit kira2 mau gak diberi obat hasil keputusan mayoritas warga sekampung, atau cukup satu dokter spesialis saja?” | analogi ga pas
  • realitanya yg anda hadapi adalah obat yg harus anda minum itu harus diputuskan warga sekampung.
  • tugasnya adalah tinggal memperjuangkan resep dokter spesialis menan menjadi keputusan warga dibanding opsi lain, dukun dan obat MLM misal
  • jd pilihannya bukan resep dokter atau keputusan warga sekampung. you have no choice . kondisinya, keputusan bukan di tangan anda yg sakit
  • jk yg mendukung opsi resep dokter spesialis gak ikutan dlm pengambilan keputusan. maka yanf akan diputuskan warga sekampung pasti bukan itu
  • kondisinya si sakit ini dilarang memutuskan apa yg baik buat dia, harua dibicarakan warga sekampung.
  • pilihannya cuma 2: pertama kudeta kepemimpinan kampung kemudian ubah aturan pengambilan keputusannya aau …
  • … mengedukasi warga kampung ttg apa obat yg menurutnya bagus bagi dia , sampai mayortas warga kampung setuju.
  • si sakit dilarang menjalankan obatnya sendiri. dilarang minum obat berupa puyer syariah kecuali puyer ini jd keputusan bersama sekampung
  • dari pada mengkudeta pemimpin kampung agar mengubah cara pengambilan keputusan, mending fahamkan warga pentingnya “puter syariah” dan menang
  • mengkudeta pemimpin dan aturannya beresiko malah si sakit diusir dr kampungnya. sembuh nggak diusir iya
  • mending dia selesaikan dulu masalah2 mendesak, yaitu sakit pileknya dia misalnya, bikin propaganda trg obat yg ia pilih spy jd keputusan
  • apakah si sakit mengorbankan idealisme jd percaya sama dukun? sama sekali tdk. dia tetap percaya hanya pd dokter spesialis
  • jd ini bukan soal memutuskan apakah si sakit mempetimbangkan resep dokter atau resep dukun , tp bgmn resep dokter jd keputusan
  • “demokrasi yg kau nikmati skrg ini lahir dr rahim zionisme” | nyeriii katanya | menarik untuk dibahas
  • semua org baik yg menerima demokrasi atau anti demokrasi sebenernya menikmati demokrasi .
  • bicara anti demokrasi jelas mustahil di suasana negara yang anti demokrasi. bicara anti demokrasi justru hy mungkin di alam demokrasi
  • kebaikan dan keburukan sama2 menikmati buah demokrasi
  • sy gak mau debat, mau monolog aja ah. biar gak ribut
  • bicara anti pancasila justru hy bisa di era demokrasi . bicara tegakkan khilafah atau syariah justru hy bisa di era demokrasi
  • demonstrasi propaganda syariah atau khilafah justru jd sangat bisa dilakukan di alam demokrasi. kita semua menikmati demokrasi
  • istri sy cerita , saat ikhwah2 tarbiyah dg KAMMI nya itu demo menggulingkan suharto , justru kelompok lain nyinyir dan mengharamkan demo
  • tp ketika KAMMI bersama elemen lain berhasil menggulingkan suharto dan mengantarkan keterbukaan, kelompok2 ini juga menikmati keterbukaan
  • zaman orde baru, khatib yg mau khutbah juma’at harus melaporkan materinya ke koramil. boro2 ngomongin khilafah dan syariah
  • semua gerakan islam yg anti demonstrasi anti demokrasi berhutang besar pada@fahrihamzah dkk . beliau jd jalan keterbukaan da’wah
  • semua harokah berhutang budi pada tokoh2 mahasiswa yg siap serahkan nyawanya untuk harga kebebasan.
  • bang @fahrihamzah ketua KAMMI pertama, organisasi mahasiswa paling penting dalam gerakan penggulingan suharto, lokomotif keterbukaan
  • alhamdulillah , jamaah tarbiyah (sekarang PKS) bukan skedar penikmat kebebasan da’wah. tp kebebasan ini kami rebut sendiri
  • kebebasan da’wah ini kami rebut sendiri dg mengguligkan rezim otoriter, dg darah dan keringat kami sendiri, bukan orang lain.
  • dan siapakah tokok dibalik pendirian KAMMI? ustadz mahfudz sidik dan agus nurhadi
  • ada yang kemudian menikmati kebebasan da’wah buah demokrasi ini tp kemudian mencela demokrasi, pdhl tdk pernah keringetan
  • mereka gak keringetan , gak berdarah2 untuk mendapatkan kebebasan da’wah yang mereka nikmati sekarang
  • hari ini kita bisa teriak2 tentang apapun dari kebaikan, sesuatu yg tdk bs dilakukan di era rezim otoriter orde baru
  • ada efek negatif dari ini, kebatilan juga memiliki kebebasannya . tp inilah ruang pertarungannya .
  •  salah satu buah demokrasi adalah selesai DOM di aceh. masy aceh bs menentukan nasibnya sendiri.
  • kemerdekaan itu harus kita rebut , bukan berharap otomatis kita terima
  • membayangkan ada yang teriak2 tegakkan syariah dan khilafah islam di depan istana di zaman suharto plus bilang pancasila thoghut😀
  • #menikmatidemokrasitanpasadar
  • karena itu saya respect sekali dg bang @fahrihamzah , meskipun bbrp hal sy tdk setuju, beliau punya jasa besar bg keterbukaan da’wah
  • membayangkan ada yg demo “Pancasila thoghut” “pokoknya khilafah” di depan istananya suharto😀
  • membayangkan ada yg demo di kedubes AS teriak khilafah di zaman suharto😀
  • kebebasan da’wah ini , alhamdulillah kami rebut sendiri, bukan dari keingat dan darah orang lain, untuk kemudian yg keringetan ini dicaci
  • kebebasan da’wah yang kami nikmati hari ini alhamdulillah tdk menumpang dari hasil keringat orang lain
  • kebebasan da’wah yg kami rasakan tdk kami dapatkan dr darah dan keringat orang lain. tp ikhwah2 kami sendiri yg gagah berani. @fahrihamzah
  • kami bebas teriak syariah atau khilafah krn kebebasan yg kami perjuangkan sendiri, bukan keringat org lain
  • #menikmatidemokrasitanpasadar
  • dulu kalian mencaci ikhwah kami yg berjuang menggulingkan rezim, hari ini kalian juga menikmati hasilnya #menikmatidemokrasitanpasadar
  • maaf, bbrp hari lalu saat sy mengisi liqa, sy ditilpun DPD PKS bahwa istri sy diminta jd caleg, langsung sy tolak
  • baik sy atau istri , menolak untuk diminta jadi caleg . sy tau diri . kapasitas sy gak cukup, hanya menambah rumit pertanyaan saat hisab
  • yang lantang anti pancasila, anti demokrasi baru bisa teriak tentang keantiannya justru saat era nya demokrasi😀
  • balik lg dg analogi tambahannya: “ngapain nunggu keputusan warga kampung untuk ngasih obat anak saya?” | ini juga analogi yang #jakasembung
  • kondisinya anda tdk bs langsung memberikan obat yg anda mau untuk anak anda, anda harus dpt persetujuan warga kampung
  • anda tdk bisa kasih “puyer qishash” ke anak anda, karena harus mnunggu persetujuan warga kampung apakah “puyer qishash” ini boleh dijalankan
  • cuma 2 yg anda bs lakukan, anda langsung saja berikan “puyer qishash” trus akhirnya ditangkap oleh warga kampung krn dianggap melanggar
  • atau anda mengkudeta pemimpin kamoung untuk mengubah cara pengambilan keputusannya
  • silakan saja kalau mau obat “puyer qishash” mau dijalanin sekarang tanpa persetujuan warga kampung, toh ternyata juga gak berani jalanin
  • dibaca baik2 analoginya … jangan #jakasembung
  • memberi obat ke anak tanpa mempedulikan aturan yg ada di kampung juga ternyata gak berani dilakukan
  • yg dilakukan si bapak sekarang ini adalah propaganda bahwa cara pengambilan keputusan warga kampung itu gak syar’i
  • bapak ini tdk sedang sibuk sembukan si anak yg sakit tp malah sibuk propaganda bahwa warga kampung ini kufur krn cr pengambilan keputusannya
  • tp ada tetangganya justru bekerja meyakinkan warga kampung bahwa resep dokter spesialis ini yg manjur, akhirnya ini jd keputusan warga
  • si anak bisa minum obat dr reaep dokter, sembuh. si tetangga makin dipercaya. sehingga setiap warga mau ambil keputusan liat pendapat dia
  • begitulah perjuangan dalam demokrasi , menyembuhkan satu per satu sakit si anak. meyakinkan warga kampung untuk memilih obat yg benar
  • akhirnya satu per satu penyakit si anak ini sembuh, tanpa perlu menunggu warga kampung mengubah cara mereka mengambil keputusan
  • jk menunggu warga kampung mengubah cara mereka mengambil keputusan, keburu si anak ini mati gak dpt obatnya . kasihan.
  • eh maap, mau monolog aja. biar kagak ribut😀
  • jk bisa menyembuhkan si anak yg sakit sekanrang juga, hanya tinggal mempengaruhi keputusan warga kampung, knp harus menunggu dan menonton?
  • kenapa harus menunggu warga kampung bersedia mengubah cara mereka mengambil keputusan, entah sampai kapan
  • kenapa harus menunggu kalo bs kasih obat si anak sekarang juga? tinggal pengaruhi keputusan warga kampung. kasih deh “puyer syariah”
  • apa anda bisa kasih “puyer qishash” skarang juga ke anak anda yg sakit? oh tdk bisa, anda tdk diizinkan warga kampung.
  • anda seharusnya memilih untuk mempengaruhi warga kampung agar “puyer qishash” bs diizinkan diberikan pd anak anda
  • dan bukannya menunggu warga kampung mengubah caranya mengambil keputusan. kelamaan, keburu infeksi.
  • sy cuma mau bilang #menikmatidemokrasitanpasadar
  • karena yang paling menikmati demokrasi justru mereka yg tersumbat tp saat dulu tdk berani menggulingkan rezim
  • yang anti demokrasi baru bisa nyaman teriak “demokrasi kufur” “pancasila thaghut” justru di era demokrasi. #menikmatidemokrasitanpasadar
  • inget zaman mahasiswa demo penggulingan gus dur, pulang babak belur dipukulin polisi. trus dirawat sama ibu mertua krn istri lg KP di jkt
  • sambil ngompres tangan dan kepala saya yg babak belur, ibu mertua nasehatin: “nak, kalau sudah nikah gak usah demo demo lagi”😀
  • resiko nikah sambil kuliah. ibu mertua bilang “inget anak istrimu nak, sudah berhenti demo demo nya”😀
  • kami menikmati demokrasi dg sadar, faham dg apa yg harus diambil dan apa yang harus ditolak dr demokrasi
  • makanya waktu demo bareng temen2 FPI di depan kedubes , nostalgia banget .
  • salah satu demo paling parah waktu demo bulog gate nya akbar tanjung di depan MA. musuhnya ada 2 : polisi di depan , anak kiri di belakang
  • terus terang sy jd bingung jk ada yg bilang : “ayo revolusi, ayo kudeta” , krn dulu mrk skedar menonton penggulingan rezim
  • org ini mengajak revolusi atau kudeta kpd ikhwah yg dulu di KAMMI … yg mengajak tdk lebih pengalaman dr yg diajak
  • anak2 KAMMI dkk nya turun demonstrasi penggulingan 3 presiden. 2 berhasil dan satu presiden hanya berhasil dibunuh karakternya
  • suharto berhasil dilengserkan , Gus Dur diimpeach, dan mega didemo sepanjang pemerintahan , akhinya tdk terpilih di pemilu berikutnya
  • plis jangan bicara revolusi dan kudeta pd mereka yg justru sdh melakukannya .
  • sy mau menonton ah , mereka yg teriak revolusi benar benar melakukan revolusi. apa mrk berani dan berhasil? sy menantikannya
  • “ayo revolusi” | sok atuh, kami sdh pernah dan skrg mau menonton
  • coba anda bayangkan apa yg ada di benak fahri hamzah dan kawan2 tarbiyah kalo dibilangin gini: “ayo revolusi, jgn cuma di ruang berAC”😀
  • sy tebak fahri mikir gini: “ini org ngomong apa sih, dulu kita demo suharto ente kemane aje, nyinyir doang”😀
  • maaf ye, jangan kebanyakan ngomong revolusi dan kudeta, dulu kite gak pake ngomong-ngomong, 2 presiden turun . buruan kalo mau kudeta
  • maap ya, tdnya gak mau bahas demokrasi, td ada yg mention analogi dg logika amburadul, jd menggelitik untuk dibahas
  • maaf agak belagu, agak menggelitik sy liat ada org kyk anak kecil baru denger kosa kata revolusi dan kudeta .
  • sok atuh kalau mau kudeta presiden sekarang | kita gak ikutan lg. alhmdlh, kita dah pernah nyoba demo menurunkan 3 presiden
  • sekian #menikmatidemokrasitanpasadar

 

One response to “Menikmati Demokrasi Tanpa Sadar

  1. Akhirnya ada yg sependapat! Anti tapi bersuara…bersuara salah satu aspek dari liberalism…n liberalism salah satu aspek pula Dari demokrasi
    Ayooo mantepkan pilihan mu…logikanya tidak ada anti demokrasi sejati!
    Hmmm golput dah Ga musim walaw kadang bingung “pilih siapa coba” kenal pun tidak, gimana Maw tau bisa ngga nya seseorang di anggap Pantas tuk menjadi pemimpin…walow liat iklan n pemberitaan baik masalah sosial dan amalnya teuteub masi bingung, apa hajar aja? Gimana coba Kata mamang hafidz?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s