Cerdas dan Kematian

  • kemarin, hari berduka bagi perusahaan sy , salah satu karyawan meninggal dunia . usianya masih terbilang muda : 42 tahun
  • kematian datang kpd siapa saja , tdk menggunakan urutan lahir
  • hari sabtu pagi , ayahanda dr salah satu anggota ITJ juga meninggal. hari jumat, khutbah jumat di masjid sma jakarta 8 juga ttg kematian
  • bertubi2 nasehat kematian. apa yg sdh kita siapkan.
  • rasulullah menjadikan “mengingat mati” dan “mempersiapkan kematian” sebagai standar kecerdasan
  • kenapa “mengingat mati” jadi standar kecerdasan? dan kenapa semakin tdk mengingat mati dan tdk mempersiapkan kematian maka makin tdk cerdas?
  • krn yg terus ingat mati dan mempersiapkan kematian adalah mrk yg mengerti makna kesementaraan dan kesejatian
  • dalam sekali makna di balik standar kecerdasan yg disampaikan rasulullah
  • btw, ternyata standar cerdas itu bukan mereka yg hobi debat , tp yg paling mengingat dan mempersiapkan kematian🙂
  • tp cerdas itu jika logika, berfikir, debat, dakwah dsj semua dikerjakan dalam rangka mempersiapkan kematian
  • cerdas juga bukan yg banyak karyanya , tp yg karyanya berkorelasi positif thdp nasib pasca kematian
  • mengingat kematian jd standar cerdas juga karena terjadi komparasi antara semunya dunia dan sejatinya akhirat
  • mempersiapkan kematian dijadikan Rasulullah standar cerdas, juga berarti org yg tau positioningnya. apa itu dunia dan apa akhirat
  • sehingga aktivitas kebaikan dimanapun termasuk di #IndonesiaTanpaJIL sejatinya bukanlah untuk org lain, melainkan untuk diri kita sendiri
  • sejatinya yg paling mendapatkan keuntungan dari aktivitas kebaikan yg kita lakukan termasuk di #ITJ adalah diri kita sendiri.
  • semangat dlm kebaikan , untungnya untuk diri sendiri. jk berhenti juga rugi sendiri
  • sehingga kita tdk perlu merasa bahwa kebaikan membutuhkan kita, tp kitalah yg membutuhkan mengerjakan kebaikan
  • bukan da’wah yg membutuhkan kita, kita yg membutuhkan da’wah, krn salah satunya sebagai bukti kecerdasan bahwa kita mempersiapkan kematian
  • apakah caci maki menghentikan kita dr mengerjakan kebaikan? caci maki di dunia terlalu kecil dibanding azab Allah di akhirat
  • lelahnya melakukan kebaikan menghentikan kita? lelah di dunia tak sebandingan dg balasan kebaikannya di akhirat
  • musibah di dunia membuat kita putus asa? musibah di dunia tak sebanding dengan musibah di akhirat . naudzubillah min dzalik
  • Semoga Allah jadikan kita org2 yg cerdas , berfikir komparatif ttg dunia dan akhirat
  • jual aqidah demi beasiswa keluar negeri , meski dapat gelar doktor tetap tidak cerdas, krn akhirat dikorbankan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s