Toleransi dan Meyakini bahwa Orang Lain Salah

  • “agama sy yg bukan islam ini benar gakk?” | “gak tau , mungkin benar juga, ah gak tau deh” | “berarti kamu toleran” *pengsan
  • “agama sy yg bukan islam ini menurut lho bener gak?” | “gak tau ah , bingung” | berarti lu org yg toleran
  • “agama sy yg bukan islam menurut anda yg muslim benar juga gak? | “benar” | anda toleran | eh, agama selain islam salah ding | intoleran
  • “kalo sy bukan islam , menurut anda salah gak?” | “salah” | intoleran lu | jd gw hrs jawab apa? hrs gw bilang benar? biar toleran
  • “mas, agama anda salah” | anda intoleran | jd sy harus bilang agama anda benar biar sy toleran? kok maksa sih?
  • “selain islam itu kafir” , “selain WNI itu WNA” | jangan suka mengkafirkan org lain, jgn suka me WNA kan org lain *gubrag
  • “selain islam itu kafir” | anda intoleran suka mengkafirkan orang | supaya toleran, maka sy harus meyakini anda yg bukan islam sbg muslim?
  • “menurut anda agama sy yg bukan islam ini salah?” | “iya” | intoleran | supaya toleran sy hrs meyakini agama anda benar? itu yg intoleran
  • apa hubungannya toleran dan meyakini bahwa orang lain salah?
  • keyakinan sy bahwa agama selain islam itu salah tdk menghalangi sy utk sangat toleran pada mereka
  • sedang keyakinan bahwa semua agama benar tdk menghalangi orang untuk intoleran pada orang lain.
  • membenarkan semua agama sama sekali tdk menghalangi orang untuk intoleran pada orang lain. http://t.co/mCzpC9M7yW
  • membenarkan semua agama tdk menghalangi seseorang untuk intoleran pada org lain http://t.co/gg38sWLfkF
  • membenarkan semua agama tdk ada hubungannya dg sikap toleran atau tdk toleran http://t.co/fkZzqvJI4E
  • mengatakan “semua benar” , sama sekali tdk menghalangi Seseorang untuk intoleran dan caci maki http://t.co/e8QrBHrMrq
  • meski sy meyakini agama lain salah, insya Allah caci maki dan intoleransi tdk ditemukan di twit2 sy. krn memang gak ada hubungan
  • kenapa utk toleran sy dipaksa untuk meyakini agama selain islam benar juga? apa hubungannya?
  • sy sangat baik dan santun thdp non muslim , meski sy meyakini apa yg diyakini mereka itu salah
  • di ITB, mahasiswa yg tdk tergabung dalam himpunan mahasiswa jurusannya disebut non him
  • di indonesia , warga yg tdk termasuk warga negara indonesia disebut WNA
  • apakah penyebutan2 seperti ini intoleran?
  • islam menyebut yg diluar islam sebagai kafir . seperti anak2 ITB yg menyebut anak yg gak himpunan sebagai non him
  • kenapa istilah “kafir” ini wah banget sih?😀
  • kalem aja lah, sekalem para WNA di WNA kan, sekalem mereka yg di luar himpunan di “non him” kan
  • toh, dalam bahasa org kedua tunggal atau jamak , rasanya nyaris gak pernah sy memanggil : “fir , fir ”😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s