Apakah Sebutan ‘Kafir’ Untuk Non-Muslim Dianggap Penghinaan?

  • Kafir adalah yg menolak kebenaran Islam,apa masalahnya? “#AkunA: domba sesat adalah orang2 masih tersesat, apa yang dipersoalkan ?
  • #AkunA #AkunB Eksternal internal adalah label biasa aja utk apapun. WNI WNA , karyawan non karyawan, mahasiswa atau non
  • di Islam berbeda, berbuat baik tanpa alasan Allah jd nothing “#AkunA: #AkunB @hafidz_aryberbuat baik tdk memerlukan alasan
  • Allah sdh beritau definisinya , kita tinggal pake “#AkunA: menghakimi sesat/tidak hanya Allah yg boleh melakukannya
  • #AkunA #AkunB yg lain enak bacanya, hanya Allah yg berhak menghakimi enak gak enak
  • Kenapa masih banyak aja yg gak terima dg Islam yg memberi definisi internal eksternal dg muslim(mukmin) dan kafir? Katanya gak masalah?
  • Katanya : seharusnya pembedaan dr sisi moral dan bukan internal eksternal
  • Pembedaan internal eksternal itu lazim. Pembedaan internal eksternal di twitter atau sosmed lainnya ditandai dg login.
  • Internal pengguna twitter adalah yg registrasi dan yg eksternal twitter yg tdk registrasi
  • Saya pernah liat di kantor PLN, “selain karyawan dilarang masuk” . Biasa aja pembedaan karyawan non karyawan, internal eksternal
  • Kalo di ITB , ada istilah “non him” , ini utk menyebut mahasiswa2 yg masuk himpunan di jurusannya. Internal eksternal
  • Di bank ada istilah nasabah prioritas dan bukan … Didahului registrasi (syahadat) . Internal prioritas dan eksternal prioritas
  • Katanya gak masalah disebut kafir , kenapa masih menuduh istilah kafir ini biang perpecahan. Kalo lu gak tersinggung ya gak masalah kan?
  • Sy gak masalah tdk dianggap nasabah bank niaga misalnya, wong sy gak penah registrasi (syahadat) ke bank niaga
  • Kafir sebutan utk eksternal muslim , mirip dg istilah non karyawan, WNA, non him
  • Penah baca kartu keluarga? Kenapa gak semua org dimasukkan? Krn ada internal dan eksternal keluarga , keluarga dan bukan keluarga
  • Dewasalah dg istilah kafir ini : 1. Ini istilah ekslusif islam 2. Ini cuma soal internal eksternal
  • Suku2 di Indonesia juga mengenal internal eksternal, suku jawa , sunda, padang , batak, papua, dayak . Biasa aja
  • Apa ini bertentangan dg bhineka tunggal ika? Apakah suku2 di papua yg py definisi internal eksternal tdk bhineka tunggal ika?
  • Apa suku padang yg dulu ketat harus menikahkan dg yg suku padang juga bertentangan dg bhineka tunggal ika? Kenapa?
  • Apakah karyawan non karyawan di PLN akan merusak bhineka tunggal ika? Aneh
  • Apakah non him dan him di ITB merusak bhineka tunggal ika?
  • Kenapa karyawan non karyawan , suku non suku, nasabah non nasabah tdk dituduh memecah NKRI, pdhl ini juga soal internal eksternal?
  • Justru ini kebhinekaan yang tunggal ika , kalo Islam harus mengikuti definisi org lain , namanya penyeragaman, gak nerima perbedaan
  • Jangan mempermasalahkan internal eksternal , jangan kekanak2an, biasa aja . bermasalah jk kamu mikir ini msh zaman gelap gereja eropa
  • Di era gereja eropa, benar bahwa kafir sah disiksa, dibunuh. Di Islam gak ada istilah sperti itu. Kalem aja
  • Bukalah pikiran, Pancarkanlah kedamaian, jangan cupet dg istilah eksternal eksternal
  • Krn pada dasarnya karyawan non karyawan itu ciptaan Allah, pun muslim kafir. Kalem aja dg istilah ini
  • Kalo anda gak kalem dg istilah muslim kafir, justru pikiran anda yg isinya peran muluk, gak bhineka tunggal ika.
  • Damaikanlah pikiran anda, jangan lebay dg istilah ini, masak cuma gara2 islam punya istilah ini lanta anda mau perangi
  • Gak usah emosi dg istilah “kafir” , damaikan pikiran anda , jangan merusak bhineka tunggal ika. Ini istilah sederhana aja
  • Jangan memancing perpecahan dg bersikap emosi kpd definisi internal orang lain. Biasa aja bung. Dewasalah
  • Biasakan lah hidup dalam perbedaan , gak usah pusing dg istilah org lain, kekanak2an itu yg merusak bhineka tunggal ika
  • sy mengkafirkan yg kafir itu kewajiban muslim, jangan dihalang2i, junjung kebebasan beragama. Amanah UUD 45
  • Jangan menghalang2i kebebasan beragama, sikap menghalangi ini yg merusak bhineka tunggal ika. Kalem lah dg perbedaan
  • Buka pikiran anda thdp pebedaan, jangan cupet. Cupet bikin rusuh
  • Alumni ITB py ikatan alumni namanya IA ITB , yg tdk alumni ya bukan alumni ITB. Aneh jk ada alumni UI yg tersinggung dg istilah ini
  • PLN atau perusahaan manapun punya istilah karyawa non karyawan, aneh jk anda yg bukan karyawan tersinggung disebut non karyawan
  • Pembedaan internal dan eksternal tentu py konsekuensi . Ada hak dan kewajiban. Karyawan non karyawan, WNI WNA, muslim kafir
  • Kartu kredit punya istilah member gak member, yg member misalnya punya hak “airport lounge” . Yg non member apa perlu marah2 ?
  • Jangan cupet dengan perbedaan, junjung bhineka tunggal ika. Jangan karena berbeda terus dicaci maki, dibacok.
  • Sumber perpecahan itu adalah org2 yg tdk terbiasa berbeda. Debat diartikan ngajak perang, mengkoreksi diartikan menebar kebencian.
  • Cara berpikir “debat berarti ngajak perang” “mengkoreksi berarti menebar kebencian” inilah sumber perpecahan
  • Cara berpikir “debat berarti ngajak perang” “mengkoreksi berarti menebar kebencian” inilah yg merusak bhineka tunggal ika.
  • Cara berpikir cupet “debat berarti ngajak perang” “mengkoreksi berarti menebar kebencian” inilah yg tdk siap dg iklim demokrasi
  • Sumber perpecahan model org2 ketika kita mengkoreksi dianggap menebar kebencian, trus caci maki gak karuan. Ini cupet. Gak siap berbeda
  • Gak usah pusing dg istilah muslim kafir, yg harus pusing adalah kok bisa jadi kafir
  • Islam mendefinisikan yang kafir masuk neraka, terserah Dong. Emang neraka punya siapa? Ini yg hrs dipikirkan , siapakah tuhan yg py neraka
  • Yuk ah , jd pibadi yg terbuka, siap menerima perbedaan , tdk merusak bhineka tunggal ika.
  • Org2 yg meyakini mengkoreksi adalah menebar kebencian adalah mrk yg ga siap hidup di alam demokrasi
  • Kita harus berani bilang yg bukan karyawan adalah non karyawan, yg bukan WNI adalah WNA, yg bukan muslim adalah kafir, apa masalahnya?
  • Kita harus membiasakan diri mengkafirkan yg bukan muslim, menWNA kan yg bukan WNI, me non karyawankan yg bukan karyawan
  • Jangan dikabur2kan, yg non karyawan dianggap karyawan, yg WNA dianggap WNI, yg kafir dituntut dianggap muslim . Ini penyesatan
  • Harus membiasakan diri mendudukkan org pada posisinya , jangan dikabur2kan, jangan ketuker2
  • Udah jelas yg bukan WNI adalah WNA, gak usah cari2 argumen ngeles utk men WNI kan WNA
  • Udah jelas yg bukan muslim itu kafir , gak usah cari2 argumen ngeles utk menganggap yg kafir itu muslim juga.
  • Gak usah ngeles2 , terimalah perbedaan dengan legowi.
  • Pembahasan muslim kafir ini harus sering , krn pembahasan yg coba mengaburkan definisi ini juga sering.
  • Yg melakukan penyesatan definisi kafir aja dibiarkan, kok kita yang meluruskan definisi kafir dianggap menebar kebencian. Aneh
  • Ada ekslusivme beragama, ada ekslusivme bernegara, ada eksklusifme almamater, bebas aja. Silakan aja. Yg penting Jgn zalim aja k org lain
  • Cuma internal eksternal tp bikin jengkel. Diksi yg Allah berikan pas . “#AkunC: @hafidz_aryDahsyat ya istilah kafir itu.”
  • Tak sedikitpun marah, tak sedikitpun protes. Bebas “#AkunD: @hafidz_arybetul,kami umat Islam gak marah kok disebut domba yg tersesat
  • Tg lucu dg Gerombolan JIL , dipanggil JILers dianggap labelisasi dan menghina.
  • Pikirannya sama dg JIL, harusnya bangga dg disebut JILers . Kenapa dianggap menghina, sehina apa JIL itu sampe anda malu?
  • Temen2 yg pikirannya sama dg ITJ, bangga nggak disebut ITJ ers?
  • Kenapa manggil org yg sepaham dg JIL sbg JILers dianggap labelisasi? Seburuk apa JIL dalam persepsi mereka?
  • Padahal mereka hobi menyebut muslim sbg radikal, teroris, fundamentaslis dll . Tp kita sebut JIlers tersinggung
  • Tuh, yang sefaham anti JIL, bangga disebut ITJers. Kenapa yg sefaham dg JIL , dianggap terhina jk disebut JILer?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s